#WritingChallengeWeek1 The Sky's Spy

Monday, January 23, 2017

Gadis mungil itu masih mendongak langit takjub. Matanya mengikuti awan-awan putih berlatar langit biru.

Aku berhenti, lagi-lagi kami tak berjalan beriringan. Nik terlalu asik menatap langit.

"Nik ! Woi, Nik ! Buruuuu!" gerutuku.

"Ssssst !" sahut Nik.

"Apa? Kamu liatin apaan? UFO? UFO mah boongan, cuma di pelem doang, kalik!" kesal sinar matahari siang mulai menyerang jaringan epidermiku.

"Nggak, aku cuma suka liat langit aja." ujarnya kalem kali ini sambil menatapku.


Nik menyusulku, namun masih mendongak langit.

"Tuuuh .. tuuuh ! Kamu lihat nggak?" Nik berseru sembari menunjuk langit dengan berupa-rupa awan.

"Awan yang itu, aku perhatiin ngikutin kita dari tadi," ujarnya dengan tampang serius.

"Lah, kan emang begitu? Awannya ikut berputar karena Bumi berrotasi," jawabku dengan pengetahuan seadanya.

Nik menggeleng cepat,"Sky's Spy ! Mereka itu agen Sky's Spy" serunya.

"Ck ! Jenis alien macam apa itu, Nik?"

"Coba kamu berjalan, dia pasti akan mengikutimu, bukan? Itu lah yang namanya Sky's Spy ! Mereka bukan alien," ujar Nik.

"Aku nggak ngerti!"

"Aku nggak minta kamu untuk mengerti. Tapi tenang saja, agen Sky's Spy tak akan menyakiti siapapun. Justru mereka akan menjaga kita. Suatu saat aku akan menjadi agen Sky's Spy,"

"Memangnya itu pekerjaan yang menjanjikan?" tanyaku

"Tentunya, kakekku sudah menjadi agen lebih dahulu. Aku bangga dengannya. Ia selalu menjagaku dari sana," ujar Nik polos, matanya berbinar menatapku seraya tangannya menunjuk salah satu awan di langit.

Aku tertegun, wajah Nik mulai samar dan kabur dari ingatanku.

Lama sudah aku tak bertemu Nik. Di suatu tempat nun jauh di sana. Aku yakin Nik telah menjadi agen muda Sky's Spy.

Ku pandangi langit kotaku yang kini tak lagi miliki banyak awan. Selamat pagi, Nik!

Welcome 1437 H

Tuesday, October 13, 2015

Assalamualaikum, 1437 H !

Selamat datang :)

Jalan menapaki dunia ini sungguh masih panjang. Pergantian tahun ibarat menaiki anak tangga menuju tempat  lebih tinggi, yang mestinya mendewasakan setiap manusia di setiap pertambahan umurnya. Semoga refleksi dan evaluasi diri di tahun lalu jadi pelajaran luar biasa untuk berlari lebih jauh di tahun ini. Semoga pula setiap harapan dan do'a-do'a yang mengalir di penutup tahun 1436 H, menjadi semangat dan penjagaan dalam mengawali tahun 1437 H.
Stay active, keep productive !
Have a great year, everyone !

Love, Mima :)

End of (Y)our Journey

Monday, March 2, 2015


So, here we are.

The end of (y)our journey.

From now on, we choose and take different path :"

I wish success and happiness for all of you.

Thanks, for every little thing that we spent together.

Reach and believe (y)our dream, see you on top, guys :*

A Bittersweet Goodbye

Friday, September 12, 2014


Keluarga dan Proses Pendewasaan
Hampir tiga tahun aku menghabiskan masa kuli-ah bersama Wisma Aulia Family (WAF). Selama tiga tahun tersebut aku dan anak WAF yang lain belajar banyak hal. Hanya hal-hal simple seperti “berbagi” dan “toleransi” memang, namun berpengaruh besar pada proses pendewasaan kami kelak.

Eits, berbagi di sini bukan dalam arti lugas, ya :p kalau itu tentu sudah pasti. Kami akan berbagi makanan kalau ada kiriman dari kampung halaman atau buah tangan, hasil dari balik kampung. Berbagi di sini lebih pada suka-duka. Anak kos sudah pasti jauh dari keluarga, dengan berbagi suka-duka satu sama lain kami akan saling menguatkan, bertahan dan membentuk sebuah keluarga baru di perantauan.

Konflik itu wajar dalam sebuah keluarga, terlebih kami yang berasal dari latar belakang berbeda. Tiga tahun membentuk sebuah keluarga, kami tak sepi dari konflik, baik secara terang-terangan atau perang dingin. Beruntungnya aku jadi bagian WAF adalah ketika kami belajar bagaimana konflik-konflik tersebut diselesaikan. Kami mencoba duduk bareng membahas masalah kami :” hingga pada akhirnya bisa saling menerima kritik dari yang lain. Agar tidak terjadi konflik berkepanjangan kami belajar untuk memberi toleransi anak WAF sesuai dengan karakter dan kepribadian mereka.

Pemuda Indonesia Pengguncang Dunia

Saturday, August 30, 2014


@khanisaro
Ketika saya membaca informasi mengenai kontes menulis Damn! I Love Indonesia,  bertemakan “Generasi Muda bisa Apa ?” sedikit banyak membuat saya tertarik, namun di sisi lain juga tergelitik. Ya,  jika saya melewatkan begitu saja kontes ini, maka itu membuktikan bahwa saya –sebagai salah satu generasi muda Indonesia— terbukti tak bisa apa-apa. Menggelitik bukan ? kontes ini seakan-akan menantang generasi muda Indonesia untuk turut serta unjuk gigi menunjukkan kebisaan mereka. Saya jadi teringat quotes dari presiden pertama Indonesia, Soekarno dalam suatu pidato beliau mengatakan, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. See? betapa pentingnya peran pemuda dalam kehidupan berbangsa. Kalian tentu tidak lupa, bukan ? tanpa ada gerakan underground pemuda, Indonesia tidak akan melangsungkan proklamasi kemerdekaan secara independen.
 
BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS